Tuesday, November 13, 2012

Kasus Tragedi Semanggi I Semakin Gelap

| Tuesday, November 13, 2012 | 0 comments

14 tahun berlalu, proses hukum kasus Tragedi Semanggi I semakin gelap. Pemerintah dinilai tidak serius dalam mengungkap siapa dalang dalam tragedi yang menewaskan enam mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi pada 13 November 1998 lalu.

Jim Lomen Sihombing, salah satu aktivis 1998 dari Trisakti, mengatakan jika ditengok dari sisi hukum, sejak awal pemerintah sudah tidak serius dalam mengungkap kasus tersebut. Hal ini bisa terlihat dari upaya pemerintah membawa kasus Tragedi Semanggi I ke lembaga legislatif atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 1999. Padahal seharusnya pembuktian benar atau salah itu ada di pengadilan.

"Ketika DPR memutuskan bahwa tidak terjadi pelanggaran berat dalam Tragedi Semanggi I, maka seketika itu juga proses hukum tidak dilanjutkan. Ini kan lucu, yang namanya pelanggaran HAM tidak bisa dibagi berat dan ringan," ujar mantan Sekjen PMKRI periode 2000-2002 kepada Tribun.

Jim menuturkan, waktu itu DPR masa periode 1999-2004 membentuk Pansus Trisakti, Semanggi I dan II berdasarkan Keputusan DPR RI No 29/DPR RI/III/2000-2001. Namun nihil hasilnya, pansus hanya menghasilkan rekomendasi yang sangat mengecewakan. Rekomendasi DPR yang dikeluarkan pada 9 Juli 2001 justru menyatakan, bahwa pada peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II tidak terjadi pelanggaran berat HAM.

"Sekarang sudah 14 tahun berlalu. Saya mewakili aktivis 98, mendesak SBY agar bisa menuntaskan pelanggaran HAM yang telah terjadi di Indonesia," tegasnya.

Namun demikian, pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Trisakti (KAMTRI) tersebut yakin rezim SBY tidak memiliki kemauan untuk memberikan secercah harapan bagi para keluarga korban Tragedi Semanggi I. "Apalagi saat ini SBY juga masih punya banyak PR soal pelanggaran HAM ketika dia menjabat," katanya.

Jim mengaku, dia dan sejumlah pelaku sejarah gerakan mahasiswa 1998 tidak akan menyerah dan masih terus berjuang agar sejumlah kasus HAM bisa diungkap satu per satu. "Kami tidak tidur, kami juga tidak lupa. Teman-teman aktivis 98 yang saat ini ada di partai dan di luar partai pun masih konsisten berjuang," tegasnya.

Seperti diketahui, Tragedi Semanggi I menunjuk kepada protes mahasiswa yang didukung seluruh lapisan masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa. Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998. Selain menewaskan 17 warga sipil, Tragedi Semanggi I juga merenggut nyawa enam mahasiswa dari sejumlah kampus.

Enam mahasiswa yang tewas pada Tragedi Semanggi I yaitu Teddy Wardhani Kusuma (Institut Teknologi Indonesia), Bernardus Realino Norma Irmawan (Atma Jaya), Sigit Prasetyo (YAI), Heru Sudibyo (Universitas Terbuka), Engkus Kusnadi (Universitas Jakarta), Muzammil Joko (Universitas Indonesia).

Baca Juga: Fortuner SUV Terbaik by Kanghari

Readmore --->
 
Copyright © 2015 Mesin Tempur All rights reserved