Thursday, March 15, 2012

Pejambret Telepon Seluler

| Thursday, March 15, 2012 | 0 comments

Seorang pejambret telepon seluler dibekuk korbannya di pinggir jalan depan Pasar Ikan Hias, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2012) sekitar pukul 01.00. Pelaku pun kena gebuk banyak orang.

Pejambret, yang kemudian diketahui bernama Jacky Alamsyah Putra, itu adalah warga Setiabudi, Jakarta Selatan. Korban adalah Ahmad Sarifudin (19), warga Tangerang.

Dini hari itu, korban tengah asik menggunakan telepon selulernya, merk Samsung tipe GT S 5830. Dia tidak memerhatikan sekitarnya. Tiba-tiba Jacky datang dengan cepat menghampiri korban dan langsung merampas telepon selulernya.

Jacky lari ke arah seorang laki-laki yang menunggu di atas motor, tidak berapa jauh dari tempat korbannya. Korban segera mengejar dan berhasil menangkap pelaku.

Pelaku tidak sempat naik ke boncengan motor komplotannya, karena tertangkap korban. Teman pelaku tancap gas motornya, kabur begitu Jacky tertangkap. Jacky kini menjadi tahanan Polsek Metro Menteng.

Readmore --->

Thursday, March 8, 2012

Pembangunan kios Sementara

| Thursday, March 8, 2012 | 0 comments

Pembangunan kios sementara bagi pedagang Makassar Mall di Jalan Irian dan Jalan Diponegoro, bakal menggunakan median jalan selebar tiga meter. Kios didesain saling membelakangi agar tidak mengganggu pertokoan yang berada di sepanjang jalan tersebut. Desain ini dijamin tidak akan menimbulkan kemacetan lalu lintas ataupun merugikan pengusaha yang ada di wilayah tersebut. Pemerintah Kota Makassar menjamin tidak akan menggunakan lahan parkir untuk membangun kios. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menegaskan, pembangunan kios sementara tersebut, tidak akan merugikan pedagang yang ada.

Karena itu, ia meminta agar warga Jalan Irian menghentikan aksi protes terkait relokasi pedagang Makassar Mall ke tempat tersebut. “Sama sekali tidak ada warga yang dirugikan, jadi kenapa harus protes. Bangunan kios ini nantinya menggunakan median jalan selebar tiga meter dan saling membelakangi,” jelasnya kepada media, kemarin. Menurutnya, dengan lebar Jalan Irian yang mencapai 13 meter,masih tersisa lima meter untuk setiap sisi yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Lagi pula, sambungnya, pemkot telah membuat rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan. “Semuanya sudah diatur dan tidak akan ada yang merasa terganggu,”katanya.

Ilham mengaku, langkah memindahkan pedagang ke Jalan Irian dilakukan karena pemerintah tidak memiliki lahan alternative. Selain itu, hanya jalan yang dulunya bernama Jalan Wahidin Sudirohusodo yang masih masuk dalam wilayah pasar, sehingga memudahkan pelanggan mereka untuk datang. Ilham menambahkan, relokasi ini tidak bisa ditunda dengan alasan apa pun dan akan dilaksanakan secepatnya. Warga Jalan Irian kata Ilham seharusnya memahami bahwa pedagang Makassar Mal sudah terlalu lama sengsara akibat musibah kebakaran tahun lalu. “Lagi pula ini hanya bersifat sementara, tidak selamanya pedagang Makassar Mall ditempatkan di sana,”katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Warga Jalan Irian, Agus Salim mengungkapkan, ketidaksetujuan warga atas relokasi tersebut disebabkan kekhawatiran akan kemacetan di daerah tersebut.“Sedangkan tidak ada pasar saja sudah sangat macet, apalagi jika ada pasar di tengah jalan,”ungkap Agus. Menurut dia, kemacetan di Jalan Irian sudah sangat parah dan tidak mengenal waktu. Apalagi dengan adanya lapak pedagang yang mengambil ruas jalan selebar tiga meter. Di sisi lain, di Jalan Irian,terdapat sejumlah pengusaha yang membuka ruko di tepi jalan.

“Mereka khawatir kehadiran pasar akan menurunkan omzet mereka,”tutur Agus. Kekhawatiran tersebut bukan karena takut bersaing dengan para pedagang Makassar Mall, melainkan toko akan tertutupi oleh kendaraan yang dipastikan akan banyak terparkir di tepi jalan karena kehadiran pasar tersebut. Agus mengatakan warga Jalan Irian akan terus meyuarakan aspirasi meteka terkait hal ini. “Pemkot juga harus mempertimbangkan kerugian yang akan mereka alami,”katanya.

Readmore --->
 
Copyright © 2015 Mesin Tempur All rights reserved