Thursday, December 8, 2011

Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar

| Thursday, December 8, 2011 | 0 comments

Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar menginventarisasi 30 wilayah di Kota Daeng rawan terserang penyakit diare dan demam berdarah dengue (DBD). Daerah tersebut, di antaranya Kelurahan Lette, Mariso, Bungaejayya, Maradekayya, dan kawasan kumuh di Tanjung Bunga. Kepala Dinkes Makassar Naisyah Tun Azikin mengungkapkan, untuk mengantisipasi merebaknya penyakit diare dan DBD pada awal musim penghujan,pihaknya telah melakukan langkah pencegahan dengan melakukan fogging di titik-titik rawan.

”Langkah awal telah dilakukan fogging dan menuangkan antibakteri di sumur-sumur dan selokan untuk mencegah adanya jentik nyamuk dan bakteri penyebab diare. Ini penting karena dua penyakit ini rawan menyerang pada awal musim penghujan,” katanya ketika dimintai komentarnya, kemarin. Menurutnya, dua penyakit tersebut rawan muncul akibat buruknya kualitas air saat memasuki musim hujan.

Karena itu,warga diimbau tidak menggunakan air sumur untuk dikonsumsi maupun keperluan MCK. Sebaliknya, masyarakat diminta menggunakan air bersih dari PDAM yang telah diberi kaporit. Khusus kawasan yang belum terjangkau jaringan air bersih, Dinkes akan menabur bubuk kaporit untuk mematikan jentik nyamuk dan bakteri penyebab diare. Sementara untuk penanganan pasien yang terserang DBD dan diare, Dinkes telah menyiagakan seluruh puskesmas yang ada di Kota Makassar.

Naisyah mengaku, seluruh puskesmas telah siap mengantisipasi merebaknya penyakit musiman pada awal musim hujan. Menurutnya, ketersediaan obat-obat Dinkes melebihi dari cukup, bahkan stoknya yang ada tersedia hingga 2012. “Kami imbau warga tidak mengonsumsi air sumur karena kualitasnya sangat buruk, terutama pada musim hujan,” katanya. Selain itu, Naisyah meminta kalangan orang tua memperhatikan kesehatan anak-anaknya, khususnya pada usia sekolah dasar.

Pasalnya, murid SD sangat rawan terserang diare karena mengonsumsi jajanan yang kurang bersih. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Makassar Mahmud BM mengaku, pihaknya telah mengimbau seluruh kepala sekolah mengawasi siswa sehingga tidak jajan sembarangan. Pedagang gerobak di sekolah diminta tetap bersih, apalagi pada musim hujan ini banyak penyakit yang bisa ditularkan makanan yang kurang sehat.

Siapkan Tempat Layanan Khusus

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta Dinkes menyiagakan seluruh puskesmas di wilayah Makassar. Hal ini untuk mengantisipasi meningkatnya kasus warga terkena penyakit diare dan demam berdarah dengue (DBD), termasuk menyiapkan tempat layanan khusus. Anggota Komisi D Muhammad Amin mengatakan, puskesmas memiliki peran cukup penting untuk melayani masyarakat di tengah kondisi cuaca dan lingkungan yang berubahubah.

Kendati demikian, dia juga mengharapkan masyarakat bisa aktif menjaga kebersihan lingkungannya. “Yang pasti Dinkes harus proaktif memantau kasus-kasus penyakit, terutama DBD.Setiap ada warga yang terkena DBD, petugas Dinkes harus memantau lingkungannya dan kalau perlu langsung melakukan penyemprotan, ”ungkapnya kepada SINDO,kemarin.

Politikus PPP itu menyatakan, Dinkes juga harus terus melakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat kepada masyarakat di tengah kondisi cuaca yang buruk.“Seperti diare, itu terpengaruh pada pola makanan ditambah cuaca. Jadi, sosialisasi harus dilakukan Dinkes,” pungkasnya.

Readmore --->
 
Copyright © 2015 Mesin Tempur All rights reserved