Monday, October 17, 2011

Menentukan lima menteri baru

| Monday, October 17, 2011 | 0 comments

Sampai Senin 17 Oktober 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menentukan lima menteri baru, satu kepala lembaga setingkat kementerian dan 13 wakil menteri baru.

Untuk posisi menteri sebagai berikut:
1. Menteri Perdagangan Gita Wiryawan;
2. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin;
3. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz;
4. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan; dan
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar.

Dari lima nama itu, Amir, Djan dan Azwar masih harus melakukan tes kesehatan pada Selasa 18 Oktober 2011. Sehingga ketiganya belum bisa memastikan apakah bisa memenuhi persyaratan.

Kemudian Presiden juga mengganti Kepala Badan Intelijen Negara, Sutanto digantikan Letnan Jenderal Marciano Norman. Marciano sebelumnya Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI.

Untuk posisi wakil menteri baru sebagai berikut:
1. Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti;
2. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana;
3. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim;
4. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti;
5. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti;
6. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar;
7. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar;
8. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo;
9. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan;
10. Wakil Menteri Negara BUMN Mahmuddin Yasin;
11. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo;
12. Wakil Menteri Luar Negeri Wardana; dan
13. Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar.

Presiden berencana mengubah nomenklatur Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti yang diterapkan di masa Orde Baru. Untuk itu, Presiden mengadakan dua wakil menteri yakni untuk bidang pendidikan dijabat Musliar Kasim dan untuk bidang kebudayaan dijabat Wiendu Nuryanti. Belum jelas bagaimana nasib Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal.

Perubahan nomenklatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini dengan demikian mengubah nomenklatur Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Presiden berencana mengubahnya jadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan Wakil Menterinya sudah ditetapkan Sapta Nirwandar.

Kemudian, Presiden juga menetapkan tambahan satu Wakil Menteri Keuangan sehingga nanti Mahendra Siregar akan mendampingi Menteri Keuangan bersama Wakil Menteri Anny Ratnawati.

Kemudian beberapa posisi wakil menteri sama sekali baru, seperti Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Wakil Menteri BUMN, Wakil Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi dan Wakil Menteri Agama.

Proses reshuffle kabinet ini sendiri belum usai. Presiden SBY berencana melanjutkan pengumuman reshuffle setelah menghadiri helat perkawinan putri Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta.

Readmore --->

Friday, October 7, 2011

Kontraktor pengerjaan proyek petak sawah

| Friday, October 7, 2011 | 0 comments

Kontraktor pengerjaan proyek petak sawah yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) 2009 sebesar Rp777 juta atas nama Hendra mangkir dalam pemeriksaan Kejari Kota Pagaralam kemarin. Padahal, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam telah melayangkan surat panggilan terhadap kontraktor yang merugikan para petani ini.

Untuk itu, pihak kejaksaan akan kembali melayangkan surat panggilan. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pagaralam Ariestanto Subarjo melalui Kasi Intelijen M Ikbal mengatakan, sebenarnya pihaknya telah melakukan pemeriksaan sebanyak tiga kali kepada Asin yang merupakan pelaksana pengerjaan proyek tersebut.

Sementara, Hendra yang diketahui anak kandung dari Asin ini mangkir dari panggilan. Kita telah melayangkan surat panggilan sebanyak satu kali kepada Hendra, tetapi yang bersangkutan tidak hadir. Guna dimintai keterangan, kita akan melakukan pemanggilan yang kedua, ungkap Ikbal di ruang kerjanya kemarin.

Menurutnya, Hendra dipanggil karena tanda tangan setiap pengerjaan atas nama dirinya, sementara Asin yang mengerjakan proyek tersebut. Apalagi, dari penyidikan yang telah pihaknya lakukan terdapat beberapa item pengerjaan yang tidak dilakukan. Tentunya kondisi ini akan menimbulkan kerugian negara. Berdasarkan penyidikan kita, pengerjaan petak sawah tersebut terdapat beberapa item yang tidak dikerjakan.

Untuk itu, akan kita kembali dalami kasus tersebut sehingga ditemukan bukti dan titik terangnya, kata dia. Menurut dia, dari jumlah dana pengerjaan mencapai Rp777 juta tersebut, diduga kerugian negara mencapai Rp200 juta. Namun, demi kejelasan kasus ini, pihaknya akan meminta bantuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Saat ini pihaknya mulai melakukan pendalaman penyidikan (sidik) kasus dugaan korupsi petak sawah di Dusun Jangga dan Pengaringan, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam. Dengan dilakukannya pendalaman terhadap penyidikan kasus yang memakan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) 2009 sebesar Rp777 juta tersebut, diharapkan akan ditemukan titik temu permasalahannya sehingga Kejari dapat melanjutkan kasus tersebut.

“Sedikitnya 50,5 hektare kebun kopi milik warga di Dusun Jangga dan Pengaringan dijadikan percetakan sawah. Namun, setelah kebun kopi dijadikan petak sawah, air yang menjadi tumpuan utama sawah tidak kunjung mengalir. Apalagi, diduga dalam kasus petak sawah tersebut terdapat proyek fiktif. Atas kondisi ini, ratusan kepala keluarga (KK) tidak dapat menggarap lagi lahan mereka.

Untuk menanam padi tidak bisa, sementara kopi sudah habis ditebang, katanya. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pagaralam Ariestanto Subarjo menerangkan, pihaknya telah melakukan penyempitan terhadap beberapa kasus di Kota Pagaralam, salah satunya kasus percetakan sawah sebanyak 50,5 hektare di Dusun Jangga dan Pengaringan. Dengan begitu, akan diketahui modus dan masalah yang terjadi.

Semua kasus di Kota Pagaralam ini akan kita buka kembali berkasnya. Jika ada yang mandek, akan kita pantau kembali, terlebih jika terdapat data baru. Dengan begitu, akan diketahui titik temunya, ujar Ariestanto. Sebelumnya pihaknya telah melakukan penyidikan awal dengan mengumpulkan data dan keterangan. Saat ini masalah ini dilakukan penyempitan sehingga pemeriksaan dapat dilakukan satu per satu. Masalah ini akan kita pecah satu per satu sehingga setiap masalah dapat diketahui dugaan kecurangannya, kata dia.

Readmore --->
 
Copyright © 2015 Mesin Tempur All rights reserved